Abstraksi Pada Sistem Basis Data

                Hi, pembaca! Apa kabar kalian hari ini? Semoga kalian selalu berada dalam keadaan yang sehat wal’afiat dan selalu dilindungi oleh Allah s.w.t dimanapun kalian berada. Aamiin.
                Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang berbagai macam abstraksi data yang digambarkan dalam arsitektur DBMS  dan output yang dihasilkan dalam setiap proses abstraksi data, struktur/konsep, dan model basis data relasional serta penjelasan degree dan kardinalitas.
                Sebelum berbicara lebih lanjut tentang beberapa hal yang disebutkan di atas, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu mengenai apa itu abstraksi data. Abstraksi data adalah tingkatan/level yang digunakan untuk membuat basis data. Dalam abstraksi data, kita harus meletakkan pemikiran di tingkat dan paling sederhana dan melihat data secara abstrak sebelum membuat basis data.
                Abstraksi data terbagi atas 3 level, yakni:
1.       Level Fisik (Physical Effect)

Level ini merupakan terendah dari abstraksi data. Level fisik ini menggambarkan bagaimana data tersimpan di database. Kegunaan, ukuran memori, jumlah record adalah faktor-faktor yang harus kita ketahui dalam merancang sebuah basis data. Misalkan kita perlu menyimpan rincian karyawan. Blok penyimpanan dan jumlah memori yang digunakan untuk tujuan ini disembunyikan dari pengguna.

2.       Level Logik (Conceptual Level)

Pada level ini terdiri dari informasi yang sebenarnya disimpan di dalam basis data dalam bentuk tabel-tabel. Di level ini juga menyimpan hubungan relasi  antara entitas data dengan struktur yang relatif sederhana . Pada tingkat ini, informasi yang tersedia untuk pengguna pada tingkat tampilan tidak diketahui. Kita bisa menyimpan berbagai atribut karyawan dan hubungan.

3.       Level Pandangan Pengguna (External Level)

Level ini merupakan level tertinggi dalam abstraksi data. Yang terlihat oleh pengguna adalah hanya sebagian dari yang sebenarnya tersimpan di basis data. Level ini ada untuk mempermudah aksesibilitas basis data oleh pengguna individu. Pengguna melihat data dalam bentuk baris dan kolom. Tabel-tabel dan relasi-relasi digunakan untuk menyimpan data.  Beberapa tampilan dari database yang sama mungkin ada. Pengguna hanya dapat melihat data dan berinteraksi dengan database, penyimpanan, dan rincian implementasi yang disembunyikan dari mereka. Dari keseluruhan isi database, pengguna hanya menggunakan data yang diperlukan.


Urutan dari abstraksi data dimulai dari leve; pandangan pengguna. Dari informasi yang di dapatkan dari narasumber (dengan menggunakan metode wawancara,kuisioner,observasi,permodelan), kemudian di temukan masalah yang kemudian akan di analisis sehingga kita dapat menemukan bisnis prosesnya. Setelah itu lanjut ke level konseptual dimana penggambaran data dan hubungan relasi antar data dibuat dalam bentuk kotak (entitas) dan garis (menyatakan hubungan relasi). Setelah itu, kita lanjut ke level fisik dimana data yang tersimpan di database telah tergambar. Dari proses abstraksi data, terbuatlah rancangan basis data berupa dokumen yang kemudian di implementasikan.
                Lanjut ke struktur basis data. Struktur/konsep basis data adalah cara-cara efisiensi pemrosesan data yang kemudian akan  diimplementasikan melalui suatu sistem manajemen data (DBMS). Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah suatu peranti lunak yang menyimpan struktur basis data, data itu sendiri , hubungan di antara data di dalam basis data, nama-nama formulir, jenis-jenis data, angka di belakang desimal, jumlah karakter, nilai-nilai default, dan seluruh uraian field lainnya.

Struktur Basis Data Hierarki

Struktur hierarki ini memiliki bentuk seperti cabang pohon dimana tiap kelompok-kelompok data memiliki sub kelompok. Untuk mendapatkan sebuah record dari satu cabang ke cabang lainnya D tersebut menavigasi kembali ke persimpangan umum dari cabang-cabang tersebut. Struktur ini memanfaatkan sumber daya komputer dengan efisien hanya saat sebagian besar record data dalam basis data akan digunakan. Hal ini terjadi karena setiap record basis data di struktur ini memiliki satu field yang menunjuk pada record logis berikutnya di dalam basis data. Satu pointer akan menunjukkan record yang "berikutnya secara logis" (record setelahnya), dan sistem manajemen basis data akan mengambil record yang "berikutnya secara logis." Namun, dalam manajemen suatu perusahaan mungkin hanya membutuhkan satu record data yang spesifik dalam memecahkan suatu masalah bisnis. Misalnya,  Seorang manajer menginginkan satu record pesanan penjualan tertentu untuk menghadapi keluhan pelayanan dari seorang 'pelanggan tertentu, dan' bukannya sebuah daftar yang berisi ribuan pesanan pembelian yang diterima pada hari itu.

Struktur Basis Data Jaringan

Tidak seperti struktur yang sebelumnya, struktur basis data ini dikembangkan untuk memungkinkan kita mengambil record data tertentu. Struktur ini memungkinkan satu record tertentu menunjuk pada semua record lainnya di dalam basis data, ibaratnya seperti meloncat kesetiap cabang pohon. Kelemahan dari struktur ini adalah kemungkinan rentang koneksi yang sangat lebar memunculkan masalah-masalah praktis dan akan menimbulkan kekacauan ketika suatu record pergi ke record-record selanjutnya. Bahkan profesional sistem informasi sekalipun akan mengalami kesulitan dalam mengembangkah dan menggunakan basis data dengan menggunakan struktur jaringan.

Struktur Basis Data Relasional

         Dalam struktur basis data ini, sekumpulan basis data terlihat seperti kumpulan tabel-tabel seperti spreadsheet dimana relasi antar tabel bersifat implicit. Secara tidak langsung, relasi implisit ini berasal dari data.  Ketika terdapat satu field (kolom) data yang sama dalam dua tabel maka record (baris) dari kedua tabel tersebut akan dapat digabungkan ketika nilai-nilail field datanya sama.   Inilah cara bagaimana kita telah menggabungkan bersama tabel-tabel JURUSAN dan MATA KULIAH dengan menggunakan nilai-nilai dalam field Singkatan. Konsep dari suatu struktur basis data ini adalah tabel-tabel di mana relasi terbentuk secara implisit dengan mencocokkan nilai-nilai dalam field data yang sama, akan mudah untuk dipergunakan dan dipahami. Kemudahan penggunaan memiliki arti yang sangat penting. Ketika organisasi menjadi lebih "datar" (ketika telah direorganisasikan sehingga memiliki lapisan manajemen yang lebih sedikit), akan terdapat lebih banyak spesialis yang tersedia untuk mengumpulkan data dari sistem berbasis komputer dan membuat laporan bagi manajer. Para manajer dan staf profesional harus mengakses informasi secara langsung dari suatu basis data agar dapat mendukung pengambilan keputusan yang mereka lakukan. Struktur mirip tabel dari sistem manajemen basis data relasional adalah sebuah format yang dapat dipahami dengan cepat oleh manajer maupun staf profesional.


Model Basis Data Relasional
                                                                                                                                                                                                                                                        Model basis data relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel 2 dimensi yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom untuk menggambarkan suatu berkas data. Model basis data ini diciptakan berdasarkan teori-relasional seperti relational algebra, dan relational calculus. Salah seorang pencetus awal dari basis data relasional adalah E.F.Codd yang juga telah menciptakan serangkaian operasi matematika relasional terhadap model data relasional.
             Terdapat beberapa istilah dalam model basis data, salah satunya adalah kardinalitas dan degree. Derajat/degree adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi (jumlah field). Kardinalitas adalah tupel dalam sebuah relasi (jumlah record). Seperti yang dapat kita lihat dalam tabel. Pada tabel relasi pegawai, kardinalitas relasinya ada 6 dan derajat relasinya nya ada 5.

            Sekian postingan dari saya, semoga dapat membantu kalian semua. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!


 Sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komponen Sistem Informasi, Arsitektur Sistem Informasi, dan Bisnis Proses.

Apa Itu Informasi?